1. Berdasarkan Jenis Kayu
Kayu Penutup Pinus Diwakili oleh Radiata dan pinus Nordik—lembut, elastis, mudah dipotong dan dipaku. Pilihan hemat biaya untuk proyek kecil hingga menengah, cocok untuk aplikasi sekali pakai atau jangka pendek seperti pelat perumahan dan pondasi sementara.
Eucalyptus Shuttering Wood Pilihan utama di Tiongkok, khususnya Eucalyptus urophylla. Kepadatan tinggi, kekuatan, dan ketahanan lentur yang sangat baik. Tanpa perawatan permukaan film, bahan ini dapat digunakan kembali lebih dari 5 kali—banyak digunakan di gedung-gedung tinggi, jembatan, dan proyek-proyek publik besar karena rasio biaya-kinerjanya yang tinggi.
Kayu Penutup Kayu Keras Tropis Termasuk Jati, Meranti, dan Balau—tahan terhadap pembusukan secara alami, anti serangga, dan tahan terhadap kelembapan. Ideal untuk lingkungan dengan kelembaban tinggi atau penggunaan luar ruangan jangka panjang. Meskipun mahal, umurnya yang panjang membuatnya cocok untuk proyek-proyek penting atau di luar negeri.
2. Dengan Teknologi dan Struktur Pengolahan
Papan Pengepresan Datar Dibuat dengan cara memotong kayu gelondongan menjadi veneer, kemudian dikeringkan, direkatkan, dan dipres panas. Permukaan halus, sering dikombinasikan dengan bambu atau kayu lapis fenolik—ideal untuk dinding dan kolom yang membutuhkan kerataan tinggi.
Kayu Veneer Laminasi (LVL) Beberapa veneer direkatkan searah serat di bawah panas dan tekanan. Struktur seragam, kekuatan tinggi, deformasi rendah. Dapat menggantikan kayu tradisional pada penyangga balok bentang panjang, menawarkan kapasitas beban 30% lebih tinggi—ideal untuk sistem bekisting modern.
Balok Kayu Rekayasa Dibangun dari beberapa lapisan kayu yang diikat dengan resin fenolik tahan air. Ukuran umum: 45×95mm, 45×145mm. Sering digunakan dengan bentuk rangka baja—ringan, kuat, mudah dipasang dan dibongkar—digunakan secara luas dalam proyek skala besar.